Minggu, 15 Maret 2015

SOAL-SOAL BIOLOGI SNMPTN 2008 KODE 102

SOAL-SOAL BIOLOGI SNMPTN 2008 KODE 102

SOAL-SOAL BIOLOGI SNMPTN 2008 KODE 102

Berikut kumpulan soal Biologi tahun 2008, semoga bermanfaat.


1. Teori abiogenesis menyatakan bahwa, proses terjadinya makhluk hidup berasal dari makhluk tak hidup. Untuk membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak benar, maka Louis Pasteur a. mengemukakan masalah baru b. merumuskan hipotesis c. melakukan eksperimen d. menyusun teori baru e. menganalisis fenomena alam 2. Pada pengamatan preparat irisan penampang lintang organ tumbuhan,ditemukan sel-sel perisikel dan daerah empulur yang sangat jelas. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, organ yang dimaksud adalah a. batang tumbuhan dikotil b. batang tumbuhan monokotil c. akar tumbuhan dikotil d. akar tumbuhan monokotil e. akar dan batang tumbuhan dikotil 3. Endosperm pada Angisopermae merupakan hasil pembuahan antara gamet jantan dengan a. sel telur b. dua inti kutub c. dua sinergid d. gamet betina e. tiga antipoda 4. Persilangan tetrahibrid antara AaBbCcDd dengan AaBbCcDd, maka kemungkinan untuk menghasilkan keturunan dengan sifat genotip AaBBCCdd sebesar a. 1/256 b. 1/128 c. 1/64 d. 1/32 e. 1/16 5. Fosil berikut yang paling dekat kekerabatannya dengan manusia sekarang adalah … a. Australopithecus b. Pithecantropus c. Cromagnon d. Homo habilis e. Homo neanderthalensis 6. Berdasarkan penetrasi cahaya pada ekosistem perairan, maka terbentuk stratifikasi yang berturut-turut dari atas ke bawah sebagai berikut a. limnetik, litoral, dan profundal b. profundal, litoral, dan limnetik c. limnetik, profundal, dan litoral d. litoral, limnetik, dan profundal e. litoral, profundal, dan abisal 7. Kura-kura termasuk kelas Reptilia berdarah panas. S E B A B Suhu tubuh kura-kura berubah sesuai dengan perubahan suhu lingkungan. 8. Pembentukan sel gamet pada tumbuhan paku terjadi melalui pembelahan meiosis. S E B A B Sel gamet pada tumbuhan paku bersifat haploid. 9. Hasil fertilisiasi pada buah mangga berupa zigot dan endosperm. S E B A B Penyatuan inti sperma dan inti sel telur pada bunga mangga akan menghasilkan zigot dan endosperm. 10. Antigen yang masuk ke dalam tubuh manusia direspon secara spesifik oleh (1) selaput lendir (2) sel leukosit (3) sel fagosit (4) antibodi 11. Pernyataan berikut yang merupakan ciri-ciri bakteri adalah (1) mempunyai dinding sel (2) tidak mempunyai membran inti (3) mempunyai ribosom (4) mempunyai mitokondria 12. Teori Darwin tentang evolusi didasarkan pada pokok pikiran sebagai berikut (1) tidak ada dua individu yang sama persis (2) setiap populasi cenderung bertambah banyak (3) untuk berkembang biak perlu makanan dan ruang yang cukup (4) lingkungan dapat menyebabkan perubahan struktur makhluk hidup 13. Selama berlangsung kontraksi otot, maka terjadi pengurangan (1) oksigen (2) glikogen (3) glukosa (4) asam laktat 14. Pada proses fotosintesis, tumbuhan menggunakan (1) sinar matahari (2) karbon organik dari udara (3) klorofil (4) karbon anorganik dari tanah 15. Teknologi hibridoma dapat digunakan untuk menghasilkan (1) antibodi monoklonal (2) hormon (3) antibodi poliklonal (4) vaksin Sumber dan terimakasih kepada : www.banksoal.usmitb.com

Senin, 02 Maret 2015

Integral

 Semoga bermanfaat, jangan lupa berdoa sebelum belajar.
















Minggu, 01 Maret 2015

Nama Kimia dan Arti dibaliknya

Berikut adalah daftar asal bahasa dan arti dari unsur-unsur kimia yaitu :
nama-kimia-dan-arti-dibaliknya

Hidrogen, H (Yunani: hydor = air; genes = pembentuk}
Helium, He (Yunani: helios = matahari)
Litium , Li (Yunani: lithos = batu)
Berilium, Be (Latin: beryl = manis)
Boron, B (Arab: buraq = jernih)
Karbon, C (Latin: carbo = batubara)
Nitrogen, N (Yunani: nitron = basa; genes = pembentuk)
Oksigen, O (Yunani: oxys = asam; genes = pembentuk)
Fluor, F (Latin: fluere = mengalir)
Neon, Ne (Yunani: neos = baru)


Natrium, Na (Latin: natri = basa)
Magnesium, Mg (Magnesia, daerah di Yunani)
Aluminium, Al (Latin: alum = pahit)
Silikon, Si (Latin: silex = batu api)
Fosfor, P (Yunani: phosphoros = pembawa cahaya)
Belerang, S (Latin: sulphur = belerang)
Klor, Cl (Yunani: chloros = hijau)
Argon, Ar (Yunani: argos = malas)
Kalium, K (Arab: qali = abu)
Kalsium, Ca (Latin: calx = kapur)

Skandium, Sc (Skandinavia)
Titanium, Ti (Yunani: titan = besar tubuh, raksasa)
Vanadium, V (Vanadis, dewi cinta Skandinavia)
Krom, Cr (Yunani: chroma = warna)
Mangan, Mn (Latin: magnes = bermagnet)
Besi, Fe (Latin: ferrum = besi)
Kobal, Co (Jerman: kobold = ruh jahat)
Nikel, Ni (Jerman: kupfernickel = tembaga palsu)
Tembaga, Cu (Yunani: Kypros = Siprus)
Seng, Zn (Jerman: zink = seng)

Galium, Ga (Latin: Gallia = Perancis)
Germanium, Ge (Latin: Germania = Jerman)
Arsen, As (Arab: az-zirnikh = kuning emas)
Selenium, Se (Yunani: selene = bulan)
Brom, Br (Yunani: bromos = pesing)
Kripton, Kr (Yunani: kryptos = tersembunyi)
Rubidium, Rb (Latin: rubidus = merah)
Strontium, Sr (Strontian, daerah di Skotlandia)
Itrium, Y (Ytterby, daerah di Swedia)
Zirkonium, Zr (Arab: zarqun = kemilau)

Niobium, Nb (Niobe, dewi Yunani)
Molibdenium, Mo (Yunani: molybdos = timbal)
Teknesium, Tc (Yunani: technetos = buatan)
Rutenium, Ru (Latin: Ruthenia = Rusia)
Rodium, Rh (Yunani: rhodos = merah jambu)
Paladium, Pd (Asteroid Pallas)
Perak, Ag (Latin: argentum = perak)
Kadmium, Cd (Kadmos, raja Thebe di Yunani)
Indium, In (Latin: indicum = nila)
Timah, Sn (Latin: stannum = timah)

Antimon, Sb (Yunani: stibi = cincin)
Telurium, Te (Latin: tellus = tanah)
Iodium, I (Yunani: iodes = ungu)
Xenon, Xe (Yunani: xenos = asing)
Sesium, Cs (Latin: caesius = biru)
Barium, Ba (Yunani: baros = berat)
Lantanum, La (Yunani: lanthanein = tercecer)
Serium, Ce (Asteroid Ceres)
Praseodimium, Pr (Yunani: praseos = hijau tua; dymos = kembar)
Neodimium, Nd (Yunani: neos = baru; dymos = kembar)

Prometium, Pm (Prometheos, tokoh mitos Yunani)
Samarium, Sm (Kolonel Samarski, ahli tambang Rusia)
Eropium, Eu (Benua Eropa)
Gadolinium, Gd (Johan Gadolin, 1760-1852, orang Finlandia)
Terbium, Tb (Ytterby, daerah di Swedia)
Disprosium, Dy (Yunani: dysprositos = sukar didapat)
Holmium, Ho (Latin: Holmia = Stockholm)
Erbium, Er (Ytterby, daerah di Swedia)
Tulium, Tm (Yunani: Thule = Swedia)
Iterbium, Yb (Ytterby, daerah di Swedia)

Lutetium, Lu (Latin: Lutetia = Paris)
Hafnium, Hf (Latin: Hafnia = Kopenhagen)
Tantalum, Ta (Tantalus, dewa Yunani)
Wolfram, W (Jerman: wolfram = batu berat)
Renium, Re (Latin: Rhenus = Sungai Rhine)
Osmium, Os (Yunani: osme = bau)
Iridium, Ir (Latin: iris = pelangi)
Platina, Pt (Spanyol: platina = perak kecil)
Emas, Au (Latin: aurora = fajar)
Raksa, Hg (Yunani: hydrargyre = air perak)

Talium, Tl (Yunani: thallos = hijau muda)
Timbal, Pb (Latin: plumbum = timbal)
Bismut, Bi (Arab: bismuth = cerah)
Polonium, Po (Latin: Polonia = Polandia)
Astatin, At (Yunani: astatos = tidak tetap)
Radon, Rn (Latin: radius = sinar)
Fransium, Fr (Perancis)
Radium, Ra (Latin: radius = sinar)
Aktinium, Ac (Yunani: aktis = sinar)
Torium, Th (Thor, dewa Skandinavia)

Protaktinium, Pa (Yunani: pertama menjadi aktinium)
Uranium, U (Planet Uranus)
Neptunium, Np (Planet Neptunus)
Plutonium, Pu (Planet Pluto)
Amerisium, Am (Benua Amerika)
Kurium, Cm (Marie Sklodowska Curie, 1867-1934)
Berkelium, Bk (Berkeley di Amerika Serikat)
Kalifornium, Cf (California di Amerika Serikat)
Einsteinium, Es (Albert Einstein, 1879-1955)
Fermium, Fm (Enrico Fermi, 1901-1954)

Mendelevium, Md (Dmitri Ivanovich Mendeleyef, 1834-1907)
Nobelium, No (Alfred Bernhard Nobel, 1833-1896)
Lawrensium, Lr (Ernest Orlando Lawrence, 1901-1958)
Ruterfordium, Rf (Ernest Rutherford, 1871-1937)
Dubnium, Db (Dubna di Rusia)
Seaborgium, Sg (Glenn Theodore Seaborg, 1912-1999)
Bohrium, Bh (Niels Henry David Bohr, 1885-1962)
Hassium, Hs (Hasse di Jerman)
Meitnerium, Mt (Lise Meitner, 1878-1968)
Darmstadtium, Ds (Darmstadt di Jerman)

Rontgenium, Rg (Wilhelm Konrad Rontgen, 1845-1923)

Catatan:

IUPAC menetapkan bahwa sejak unsur nomor atom 96, nama unsur mengabadikan nama ilmuwan atau nama tempat penelitian unsur.
Unsur-unsur ununbium (112, Uub), ununtrium (113, Uut), ununquadium (114, Uuq), ununpentium (115, Uup), dan ununhexium (116, Uuh) sudah berhasil disintesis, tapi belum diberi nama resmi oleh IUPAC.

Sekian,
Thanks for the attention.

Referensi :
Belajar Kimia Serasa Mudah dan Menyenangkan
disadur: http://silent-detective.blogspot.com/2012/10/

Pembukaan dan Penjahitan Perut


Berikut skema Pembukaan dan Penjahitan Perut untuk operasi lebih lanjut, semoga berguna bagi yg membutuhkan.


















 







































Selasa, 24 Februari 2015

Anatomi Organ Pencernaan

Berikut anatomi organ pencernaan:
anatomi-pencernaan-dan-organ-dalam
anatomi-organ-alat-pencernaan-dan-organ-dalam-surgical-anatomy
anatomi-alat-pencernaan-dan-organ-dalam-surgical-anatomy

Epilepsi, Uraian penyebab, penatalaksanaan, pengobatan


EPILEPSI
Kompetensi : 3A
Laporan Penyakit : 0901 ICD X : G.40

Definisi
Epilepsi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejang berulang. Bentuk serangannya yang paling sering adalah kejang yang dimulai dengan hilangnya kesadaran, hilangnya kendali terhadap gerak dan terjadinya kejang tonik atau klonik pada anggota badan.

Penyebab
Kelainan fungsional otak yang serangannya bersifat kambuhan. Kelainan organis di otak juga dapat menimbulkan epilepsi, sehingga kemungkinan ini perlu dipikirkan. Dari pola serangannya, epilepsi dibedakan atas epilepsi umum misalnya epilepsi grand mal, petit mal, atau mioklonik dan epilepsi parsial misalnya serangan fokal motorik, fokal sensorik.
Bahkan beberapa jenis cacing semisal infeksi larva Taenia solium di susunan saraf pusat disebut
neurosistiserkosis juga mempunyai gejala utama epilepsi.
Pada jenis serangan cacing yang lain semisal sistiserkosis, biasanya larva cacing pita bersarang di jaringan otak sehingga dapat mengakibatkan serangan epilepsi. Larva juga dapat bersarang di subkutan, mata, otot, jantung dan lain-lain.

Gambaran Klinis
-          Serangan grand mal sering diawali dengan aura berupa rasa terbenam atau melayang. Penurunan kesadaran sementara, kepala berpaling ke satu sisi, gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih, nafas mendengkur, mulut berbusa dan dapat terjadi inkontinesia. Kemudian terjadi kejang tonik seluruh tubuh selama 20 – 30 detik diikuti kejang klonik pada otot anggota, otot punggung, dan otot leher yang berlangsung 2 – 3 menit. Setelah kejang hilang penderita terbaring lemas atau tertidur 3 – 4 jam, kemudian kesadaran berangsur pulih. Setelah serangan sering pasien berada dalam keadaan bingung.
-          Serangan petit mal, disebut juga serangan lena, diawali dengan hilang kesadaran selama 10 – 30 detik. Selama fase lena (absence) kegiatan motorik terhenti dan pasien diam tak beraksi. Kadang tampak seperti tak ada serangan, tetapi ada kalanya timbul gerakan klonik pada mulut atau kelopak mata.
-          - Serangan mioklonik merupakan kontraksi singkat suatu otot atau kelompok otot.
-          - Serangan parsial sederhana motorik dapat bersifat kejang yang mulai di salah satu tangan dan menjalar sesisi, sedangkan serangan parsial sensorik dapat berupa serangan rasa baal atau kesemutan unilateral.
-          - Serangan parsial sederhana (psikomotor) kompleks, penderita hilang kontak dengan lingkungan sekitarnya selama 1 – 2 menit, menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanpa tujuan, mengeluarkan suara suara yang tak berarti, tidak mampu memahami apa yang orang lain katakan dan menolak bantuan. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit dan diikuti dengan penyembuhan total.
-          - Pada Epilepsi primer generalisata, penderita mengalami kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala, linglung sementara dan merasa sangat lelah. Biasanya penderita tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama kejang.
-          - Status epileptikus merupakan kejang yang paling serius, dimana kejang terjadi terus menerus, tidak berhenti. Kontraksi otot sangat kuat, tidak mampu bernafas sebagaimana mestinya dan muatan listrik di dalam otaknya menyebar luas. Jika tidak segera ditangani, bisa terjadi kerusakan jantung dan otak yang menetap dan penderita bisa meninggal.


Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang disampaikan oleh orang lain yang menyaksikan terjadinya serangan epilepsi pada penderita dan adanya riwayat penyakit sebelumnya.

Penatalaksanaan
- Prinsip umum terapi epilepsi idiopatik adalah mengurangi / mencegah serangan, sedangkan terapi epilepsi organik ditujukan terhadap penyebab.
- Faktor pencetus serangan, misalnya kelelahan, emosi atau putusnya makan obat harus dihindarkan.
- Bila terjadi serangan kejang, upayakan menghindarkan cedera akibat kejang, misalnya tergigitnya lidah atau luka atau cedera lain.
- Langkah yang penting adalah menjaga agar penderita tidak terjatuh, melonggarkan pakaiannya (terutama di daerah leher) dan memasang bantal di bawah kepala penderita.
- Jika penderita tidak sadarkan diri sebaiknya posisinya dimiringkan agar lebih mudah bernafas dan tidak boleh ditinggalkan sendirian sampai benar-benar sadar dan bisa bergerak secara normal.
- Obat anti-kejang untuk mencegah terjadinya kejang lanjutan, biasanya diberikan kepada penderita yang mengalami kejang kambuhan. Status epileptikus merupakan keadaan darurat, karena itu obat anti-kejang diberikan dalam dosis tinggi secara intravena.

- Sedapat mungkin gunakan obat tunggal dan mulai dengan dosis rendah.
- Bila obat tunggal dosis maksimal tidak efektif gunakan dua jenis obat dengan dosis terendah.
- Bila serangan tak teratasi pikirkan kemungkinan ketidakpatuhan penderita, penyebab organik, pilihan dan dosis obat yang kurang tepat.
- Bila selama 2 – 3 tahun tidak timbul lagi serangan, obat dapat dihentikan bertahap.
- Pilihan antiepilepsi
Lebih baik berkonsultasi ke dokter untuk pengobatan yang tepat.
daftar-jenis-kejang-epilepsi-dan-jenis-obat-resep-dokter




- Bayi dan anak :

o i.v 0,2 – 0,3 mg/kgBB/dosis ( 1 mg/tahun umur) diberikan dalam 3 – 5 menit, setiap 15 – 30 menit hingga dosis total maksimal 5 mg, diulangi dalam 2 – 4 jam bila perlu;
o rektal : bayi < 6 bulan, tidak dianjurkan; < 2 tahun : keamanan dan efektivitas belum diuji; 2- 5 tahun : 0,5 mg/kgBB; 6 – 11 tahun : 0,3 mg/kgBB; • 12 tahun : 0,2 mg/kgBB.

- Untuk maintenance:
· Fenobarbital 1 – 5 mg/kgBB/hari 1 x sehari
· Fenitoin 4 – 20 mg/kgBB 2 – 3 x sehari
 




Cuplikan Soal UMPTN MATEMATIKA IPA 92/93

Soal UMPTN Matematika Tahun 92/93 Rayon A Kumpulan soal berikut ini adalah soal bertipe deret dan persamaan kuadrat dari rayon A, B, dan C. Soal yang disajikan hanya cuplikan saja karena terbatasnya FITUR blogspot.com yang tidak bisa mengakses lambang dan rumus matematika seperti pangkat bertigkat, akar kuadrat, diferensial, limit, maka kami hanya menyajikan soal yang tanpa fitur agar bisa dipublikasikan.



1.    Jumlah tak terhingga suatu deret geometri adalah 8, dan jumlah semua suku pada kedudukan (urutan) genap adalah 8/3. suku kelima deret tersebut adalah …
A. 2                  B. 1                         C. ½                        D. 1/3                    E. 1/4
2.    Diketahui: f(x) = 25-x + 2x-12. Jika f(x1)= f(x2)=0              maka x1 . x2   adalah …
A. 6                  B. 5                         C. 4                         D. -5                       E. -6
3.    Garis g melalui A (2,4,-2) dan B (4, 1, -1), sedangkan garis h melalui C (7,0,2) dan D (8,2,-1). Besar sudut antara g dan h adalah …
A. 00                                B. 300                     C. 450                     D. 600                    E. 900
4.    Jika x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat x2-(2k+4)x+(3k+4)=0. Kedua akar itu bilangan bulat dan k konstan. Jika x1 , k, x2   merupakan 3 suku pertama deret geometri, maka suku ke n deret tersebut adalah …
A. -1                                B. 2(-1)n                C. –(–1)n              D. 1+(–1)n            E. 1– (–1)n
5.    Diketahui f(x) = 3 cos x + 4 sin x+ c dan c suatu konstanta. Jika nilai maksimum f(x) adalah 1, maka nilai minimumnya …
A. 0                  B. –1                      C. –5                      D. –9                      E. –25
6.    Diketahui bidang empat T.ABC, jika TA=TB=5, TC=2, CA=CB=4, AB=6. Jika X sudut antara TC dan bidang datar TAB, maka cos X adalah …
A. 15/6                           B. 13/16                                C. 11/16                D. 9/16                  E. 7/16


Kunci Jawaban
  1. E
  2. A
  3. D
  4. C
  5. D
  6. B
 
\(\begin{equation} your-latex-code-here; \end{equation}\)
Contoh Sub Menu1 Contoh Sub Menu2 Contoh Sub Menu3
Contoh Sub Menu1 Contoh Sub Menu2 Contoh Sub Menu3